Equity Research




INCO Equity Update (2020)

Tanggal publikasi: 2019-10-31 15:14:38

Konsumsi Nikel Diperkirakan Tumbuh 3%-4% Setiap Tahunnya. Penggunaan atas produk Nikel diperkirakan terus mengalami pertumbuhan 3%-4% setiap tahunnya seiring kebutuhan atas nikel untuk pengolahan baja tahan karat, baterai dan industri lainnya.

Indonesia Merupakan Negara Dengan Produksi Nikel Terbesar Dunia Pada Tahun 2018. Pada tahun 2018, Indonesia merupakan negara dengan produksi nikel terbesar di dunia, mengalahkan Filipina dan Canada. Indonesia berhasil memproduksi nikel sebanyak 560,000 metrik ton.

Total Volume Produksi hingga kuartal III-2019 turun 7% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Volume produksi pada Kuartal III-2019 sebesar 19,820 ton lebih besar jika dibandingkan volume produksi pada periode yang sama pada tahun 2018. Namun secara kumulatif produksi selama 9M19 (Jan-Sep 19’) sebesar 50,531 ton turun dibandingkan akumulasi 2018 yang sebesar 54,227 ton.

Revenue INCO 2019 diperkirakan cenderung stagnan dibandingkan tahun 2018 atau senilai USD 774 juta. Adapun hal tersebut diestimasikan terjadi karena volume produksi nikel yang turun karena aktivitas pemeliharaan ditengah tingginya harga jual nikel. Pendapatan INCO masih terjaga dan tidak turun signifikan dikarenakan kenaikan harga jual nikel pada tahun 2019.

Rekomendasi
Kami memberikan rekomendasi HOLD terhadap saham INCO dengan 12M Target Price IDR 3,665,-. Kami menggunakan metode valuasi Discounted cashflow dengan asumsi WACC sebesar 12.5% dan terminal value 1.25%. Adapun harga tersebut sudah memasukkan indikator Margin of Safety sebesar 15% untuk mengantisipasi adanya risiko dari: 1. Risiko dari potensi peningkatan produksi Nikel yang dilakukan tiba-tiba oleh Philippines dan Rusia, 2. Ketidakstabilan kondisi geopolitik yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga saham INCO.

Download PDF
INCO Equity Update (2020).pdf

Top


Stock Prev Last Change
BABP-W3 21 33 57.14%
SOSS-W 60 93 55.00%
VRNA 75 100 33.33%
BAPI-W 4 5 25.00%
ALDO 362 450 24.31%
BULL-W 45 54 20.00%
IBST 6,900 8,275 19.93%
IBFN-W 12 14 16.67%
FORU 105 122 16.19%
CITY-W 19 22 15.79%
Stock Prev Last Change
BKSL-W 6 4 -33.33%
AYLS 70 50 -28.57%
AYLS-W 11 8 -27.27%
TRIN-W 19 14 -26.32%
MAMI-W 12 9 -25.00%
CTBN 3,150 2,370 -24.76%
ALKA 396 300 -24.24%
DPNS 254 195 -23.23%
CPRI-W 13 10 -23.08%
COCO 930 720 -22.58%
Stock Vol Last Change
BBRI 207,157,400 4,130 -7.81%
DEAL 187,033,200 204 9.09%
AYLS 131,301,500 50 -28.57%
VIVA 117,000,600 50 0.00%
MDKA 111,966,200 1,360 3.82%
BMRI 111,544,300 7,350 -3.92%
PSAB 108,660,000 240 -4.76%
ANTM 104,666,900 600 -4.76%
TLKM 88,389,400 3,470 -1.14%
TELE 81,142,200 128 -4.48%
Stock Freq Last Change
BBRI 32,555 4,130 -7.81%
MNCN 22,606 1,290 1.57%
BBCA 21,387 31,450 -2.02%
TOWR 16,888 835 -2.34%
TLKM 11,609 3,470 -1.14%
BMRI 11,265 7,350 -3.92%
ANTM 9,961 600 -4.76%
DEAL 9,741 204 9.09%
BHIT 9,298 59 -3.28%
PGAS 9,121 1,385 -7.36%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar
Mata Uang Prev Last Change
GBPRP 18,529 18,476 -0.29%
AUDRP 10,123 10,086 -0.37%
EURRP 16,136 16,087 -0.30%
RP 14,180 14,134 -0.32%
JPYRP 129 129 -0.21%
SINRP 10,433 10,403 -0.28%
Comoditas Prev Last Change
MINYAK MENTAH 43 43 -0.51%
NIKEL 8,640 8,635 -0.06%
TIMAH 17,160 17,140 -0.12%
AL 1,543 1,556 0.86%
CU 4,699 4,740 0.87%
NI 8,562 8,610 0.56%
Regional Prev Last Change
KSCI 2,128 2,132 0.21%
KCOM 1,688 1,692 0.21%
SNI 20,594 20,511 -0.40%
DJIA 24,405 24,576 0.70%
FTSE 6,901 6,843 -0.85%
DAX 11,090 11,072 -0.17%
SISE4 3,171 3,178 0.22%
HSI 27,008 26,952 -0.21%
CAC 4,848 4,840 -0.15%
SPX 2,633 2,639 0.22%
SHICOM 2,580 2,574 -0.21%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar

Butuh bantuan? Hubungi kami

Copyright © 2018 PT. OSO Securities. All Right Reserved