Berita & Kegiatan



Rupiah Kembali Melambat, Isu Krisis Turki Masih Membayang

Tanggal publikasi: 2018-08-16 11:08:58

IMQ, Jakarta -Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi (16/8), bergerak melemah 41 poin menjadi Rp14.618 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.577 per dolar AS.

"Pergerakan dolar AS yang kembali mengalami penguatan menghambat peluang rupiah untuk bertahan di zona positif," kata analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Pelaku pasar pun, lanjut Reza, diperkirakan akan kembali meningkatkan permintaannya terhadap dolar AS.

Ditambah lagi, dengan masih adanya sejumlah sentimen yang dianggap kurang baik maka dapat membuat rupiah kembali melemah meskipun telah dihadang oleh kenaikan suku bunga acuan.

"Adanya upaya pemerintah untuk menekan impor yang diikuti langkah bank sentral menaikkan suku bunga agar pelebaran defisit transaksi berjalan tidak mencapai 3 persen akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi ke depannya, sehingga dapat menghambat laju rupiah," kata Reza.

Sebelumnya, pernyataan berbagai pejabat terkait dengan penyebab pelemahan rupiah tampaknya tidak banyak direspons positif karena pelaku pasar menantikan kebijakan yang realistis untuk menghadapi gejolak pelemahan rupiah.

Bahkan langkah Bank Indonesia yang menaikkan suku bunganya, juga belum direspons positif.

Berkaca dari sebelumnya di mana BI telah menaikkan suku bunganya beberapa basis poin sejak era suku bunga rendah di level 4,75 persen, tampaknya tidak berpengaruh, yang ditandai dengan pergerakan rupiah yang masih melemah.

Di sisi lain, masih adanya kekhawatiran akan penyebaran resesi ekonomi Turki membuat permintaan akan dolar AS meningkat, sehingga rupiah pun ikut kembali melemah.

"Bahkan ada pula sebagian pelaku pasar yang memperkeruh suasana pasar yang menyamakan ekonomi Indonesia dengan Turki, turut memperlemah laju rupiah," ujar Reza. (*/Ant)

Top


Stock Prev Last Change
KIOS-W 30 145 383.33%
BRPT-W 400 700 75.00%
MEDC-W 27 47 74.07%
SOCI 85 114 34.12%
POSA-W 3 4 33.33%
HKMU 73 94 28.77%
ELSA 141 181 28.37%
HELI-W 8 10 25.00%
SAMF 218 272 24.77%
ARTO 915 1,140 24.59%
Stock Prev Last Change
BABP-W3 27 14 -48.15%
ITMA-W 47 39 -17.02%
PRIM-W 16 14 -12.50%
DADA-W 9 8 -11.11%
KPAS-W 18 16 -11.11%
BSIM-W3 30 27 -10.00%
IBFN-W 12 11 -8.33%
LMSH 400 372 -7.00%
AGII 505 470 -6.93%
POLL 10,150 9,450 -6.90%
Stock Vol Last Change
BBRI 299,882,400 2,870 -2.05%
TELE 227,590,200 140 18.64%
ELSA 184,176,200 181 28.37%
PGAS 176,088,600 800 8.84%
MEDC 149,373,200 432 15.51%
ISSP 136,633,800 146 -1.35%
BRPT 131,826,400 830 11.41%
RAJA 128,293,400 104 20.93%
MDKA 111,642,200 1,050 0.96%
BULL 95,868,400 155 3.33%
Stock Freq Last Change
BBRI 32,414 2,870 -2.05%
REAL 19,833 61 7.02%
MNCN 14,591 1,000 11.11%
PAMG 13,669 107 -6.14%
BBCA 13,658 27,050 -1.28%
TELE 11,891 140 18.64%
PURA 11,539 75 -2.60%
ISSP 11,531 146 -1.35%
TLKM 11,299 3,130 0.97%
BBNI 11,206 3,850 4.62%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar
Mata Uang Prev Last Change
GBPRP 18,529 18,476 -0.29%
AUDRP 10,123 10,086 -0.37%
EURRP 16,136 16,087 -0.30%
RP 14,180 14,134 -0.32%
JPYRP 129 129 -0.21%
SINRP 10,433 10,403 -0.28%
Comoditas Prev Last Change
MINYAK MENTAH 43 43 -0.51%
NIKEL 8,640 8,635 -0.06%
TIMAH 17,160 17,140 -0.12%
AL 1,543 1,556 0.86%
CU 4,699 4,740 0.87%
NI 8,562 8,610 0.56%
Regional Prev Last Change
KSCI 2,128 2,132 0.21%
KCOM 1,688 1,692 0.21%
SNI 20,594 20,511 -0.40%
DJIA 24,405 24,576 0.70%
FTSE 6,901 6,843 -0.85%
DAX 11,090 11,072 -0.17%
SISE4 3,171 3,178 0.22%
HSI 27,008 26,952 -0.21%
CAC 4,848 4,840 -0.15%
SPX 2,633 2,639 0.22%
SHICOM 2,580 2,574 -0.21%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar

Butuh bantuan? Hubungi kami

Copyright © 2018 PT. OSO Securities. All Right Reserved