Berita & Kegiatan



Mendulang Rupiah dari Bisnis Broadband

Tanggal publikasi: 2018-08-20 04:23:18

IMQ, Jakarta -PT Link Net Tbk (LINK) mencatatkan kondisi fundamental yang kuat didorong oleh kinerja operasional cemerlang. Peluang pertumbuhan usaha bisnis broadband yang masih besar menjadi katalis positif bagi perseroan.

?Jumlah home-passed yang meningkat dengan fokus utama pada kota-kota besar diharapkan akan mampu membuat ARPU tetap terjaga,? kata Analis Samuel Sekuritas Arandi Ariantara, melalui risetnya.

Dari sisi fundamental, kondisi keuangan LINK tergolong sehat dengan rasio keuangan, ROA di angka 17,8% dan ROE 22,3% pada 2017. ROA dan ROE terus mengalami peningkatan sejak 2014, didorong oleh cemerlangnya kinerja operasional tercermin dari 1,1 juta revenue generating unit, 2 juta homes passed pada tahun lalu.

?LINK juga berhasil membukukan laba bersih Rp1 triliun, tumbuh 23% yoy dengan CAGR 3 tahun mencapai 22%,? tambahnya.

Ia memperkirakan, pendapatan LINK sepanjang tahun ini tumbuh 14,3% yoy dan laba bersih naik 14,7%, seiring penambahan jumlah pelanggan.

Tingkat penetrasi high speed broadband (HSBB) di Indonesia pada 2017 hanya 8,4%, sementara rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 8,2 jam/hari untuk menggunakan internet.

?Dengan kapasitas home-passed yang mencapai 2 juta pada 2017 (tingkat penetrasi 2017 sekitar 29%), disertai penjualan sektor e-commerce yang melonjak beberapa tahun terakhir, kami perkirakan meningkatkan potensi LINK untuk memonetisasi permintaan,? ujarnya.

Pada 2017, pelanggan broadband tercatat 570.000 dan pelanggan tv berbayar 551.000. Cakupan jaringan berada pada wilayah Jabodetabek, Bali, Surabaya, Bandung dan Malang, serta mulai memasuki wilayah baru, yaitu Medan dan Batam.

?Dengan estimasi belanja modal perusahaan di kisaran Rp1 triliun pada 2018, home-passed akan bertambah 200 ribu setiap tahunnya, dan diperkirakan mencapai 2,8 juta pada 2021. Segmen menengah keatas menjadi fokus utama,? sambungnya.

Dengan asumsi pertumbuhan EPS 11,4% pada tahun ini, ia menginisiasi saham LINK dengan rekomendasi beli dan target harga Rp6.600 (P/E 2018= 17,4 kali).

?Potensi kenaikan sebesar 43,5% dan kami menilai harga saham masih relatif murah. Resiko investasi antara lain ketatnya persaingan usaha yang dapat menekan ARPU,? tutur dia.

Top


Stock Prev Last Change
COCO-W 70 500 614.29%
AYLS-W 1 2 100.00%
CMNP-W 380 490 28.95%
PPGL-W 7 9 28.57%
GLOB 336 420 25.00%
INPC-W 4 5 25.00%
AGAR 390 476 22.05%
DWGL-W 23 28 21.74%
SMCB 1,425 1,710 20.00%
LMPI 105 124 18.10%
Stock Prev Last Change
PRIM-W 5 4 -20.00%
CITY-W 62 52 -16.13%
PURE-W 15 13 -13.33%
BESS-W 133 116 -12.78%
SBAT-W 11 10 -9.09%
PURA-W 23 21 -8.70%
CPRI-W 12 11 -8.33%
AGRO 1,000 930 -7.00%
INAF 3,720 3,460 -6.99%
SKLT 1,790 1,665 -6.98%
Stock Vol Last Change
ANTM 1,341,364,800 2,550 -4.49%
PURA 1,154,583,700 122 0.00%
BEKS 977,509,100 84 7.69%
WSKT 728,194,600 1,630 10.51%
FREN 718,787,600 60 0.00%
PPRO 673,547,100 81 1.25%
WSBP 647,496,900 286 6.72%
BBKP 613,297,900 530 0.00%
ELSA 395,412,300 376 -2.08%
FILM 301,501,600 308 8.45%
Stock Freq Last Change
ANTM 136,654 2,550 -4.49%
WSKT 65,543 1,630 10.51%
BRIS 59,158 2,810 -6.95%
BBRI 37,205 4,620 -0.65%
WIKA 35,169 1,965 14.58%
TINS 32,620 1,950 -6.25%
BBKP 31,771 530 0.00%
PTPP 30,475 1,860 10.39%
PGAS 29,522 1,485 -3.26%
PTBA 29,323 2,680 -2.90%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar
Mata Uang Prev Last Change
GBPRP 18,529 18,476 -0.29%
AUDRP 10,123 10,086 -0.37%
EURRP 16,136 16,087 -0.30%
RP 14,180 14,134 -0.32%
JPYRP 129 129 -0.21%
SINRP 10,433 10,403 -0.28%
Comoditas Prev Last Change
MINYAK MENTAH 43 43 -0.51%
NIKEL 8,640 8,635 -0.06%
TIMAH 17,160 17,140 -0.12%
AL 1,543 1,556 0.86%
CU 4,699 4,740 0.87%
NI 8,562 8,610 0.56%
Regional Prev Last Change
KSCI 2,128 2,132 0.21%
KCOM 1,688 1,692 0.21%
SNI 20,594 20,511 -0.40%
DJIA 24,405 24,576 0.70%
FTSE 6,901 6,843 -0.85%
DAX 11,090 11,072 -0.17%
SISE4 3,171 3,178 0.22%
HSI 27,008 26,952 -0.21%
CAC 4,848 4,840 -0.15%
SPX 2,633 2,639 0.22%
SHICOM 2,580 2,574 -0.21%


ⓘ Data yang ditampilkan diatas bukan murni data real-time berdasarkan harga pasar

Butuh bantuan? Hubungi kami

Copyright © 2018 PT. OSO Securities. All Right Reserved